EVALUASI DAYA DUKUNG PONDASI PADA PERENCANAAN TOWER TELEKOMUNIKASI DI SITE TANDEM HILIR 2 HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG

  • Laskar Elisman Harefa Universitas Darma Agung
  • Elhan Juniar Hia Universitas Darma Agung
  • Masriani Endayanti Universitas Darma Agung
  • Rahelina Ginting Universitas Darma Agung

Abstract

Tower disebut sebagai menara yang terbuat dari rangkaian besi atau pipa, baik berbentuk persegi panjang atau segi tiga, atau hanya berupa pipa panjang (tongkat), yang bertujuan untuk menempatkan antena dan pemancar radio serta penerima gelombang telekomunikasi dan informasi. Dalam pembangunan menara Telekomunikasi di Site Tandem Hilir 2 Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang menggunakan pondasi bored pile yakni diameter 0,4 m dengan panjang tiang 15 m. Dalam menentukan jenis, ukuran, dan konstruksi pondasi harus memperhatikan jenis / beban bangunan, kondisi tanah, dan faktor lain yang mempengaruhinya baik langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan maka didapatkan hasil 1) Besar kapasitas daya dukung bore pile tunggal dan pondasi tiang grup dengan menggunakan metode mayerhof pada kedalaman 15 m adalah Qg = 315,524 Ton > 288,616 Ton, 2) Efisiensi kelompok tiang bor dengan 4 tiang diperoleh sebesar = 0,776 yang artinya efisiensi daya dukung kelompok tiang sebesar 77,6 %, 3) Dari hasil perhitungan, tiang dengan konfigurasi 4 tiang menghasilkan daya dukung sebesar Qg = 315,524 Ton > 288,616 ton, memberikan hasil yang aman untuk bangunan tower.

Published
Mar 29, 2025
How to Cite
HAREFA, Laskar Elisman et al. EVALUASI DAYA DUKUNG PONDASI PADA PERENCANAAN TOWER TELEKOMUNIKASI DI SITE TANDEM HILIR 2 HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG. JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL, [S.l.], v. 14, n. 1, p. 158 - 165, mar. 2025. ISSN 2721-0073. Available at: <https://jurnal.darmaagung.ac.id/index.php/tekniksipil/article/view/5534>. Date accessed: 03 apr. 2025. doi: http://dx.doi.org/10.46930/tekniksipil.v14i1.5534.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>