ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA MELALUI LONTO LEOK DI MANGGARAI

  • Ermes Nikolaus Universitas Khatolik Widya Mandira Kupang
  • Stefanus Don Rade Universitas Khatolik Widya Mandira Kupang

Abstract

Penyelesaian sengketa berbasis adat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang tetap relevan di era modern. Dalam konteks masyarakat Manggarai, tradisi Lonto Leok menjadi mekanisme utama untuk menyelesaikan berbagai bentuk sengketa, mulai dari konflik keluarga hingga sengketa lahan. Lonto Leok, yang secara harfiah berarti “duduk melingkar untuk bermusyawarah,” adalah pendekatan penyelesaian sengketa yang mengedepankan dialog, keadilan restoratif, dan kesepakatan bersama. Proses ini melibatkan tokoh adat, keluarga besar, dan komunitas untuk menciptakan keputusan yang adil dan diterima oleh semua pihak. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep, proses, dan efektivitas Lonto Leok sebagai penyelesaian sengketa alternatif. Berdasarkan penelitian kualitatif dengan studi kasus di Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, ditemukan bahwa Lonto Leok tidak hanya menyelesaikan konflik tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Prosesnya dimulai dengan mediasi oleh tokoh adat, dilanjutkan dengan musyawarah antara pihak yang bersengketa, dan diakhiri dengan ritual simbolis seperti pai ca (makan bersama) sebagai tanda perdamaian. Keunggulan Lonto Leok dibandingkan sistem hukum formal adalah biayanya yang rendah, prosesnya yang cepat, dan pendekatan yang berbasis kearifan lokal. Tradisi ini mampu menghindari dendam dan memulihkan hubungan sosial, sehingga menjadi model penyelesaian sengketa yang efektif dan relevan, khususnya di masyarakat adat. Artikel ini menyimpulkan bahwa Lonto Leok dapat menjadi pelengkap sistem hukum formal dalam menciptakan harmoni sosial.

Published
Mar 30, 2025
How to Cite
NIKOLAUS, Ermes; RADE, Stefanus Don. ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA MELALUI LONTO LEOK DI MANGGARAI. JURNAL RETENTUM, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 9 - 19, mar. 2025. ISSN 2686-5440. Available at: <https://jurnal.darmaagung.ac.id/index.php/retentum/article/view/5593>. Date accessed: 03 apr. 2025. doi: http://dx.doi.org/10.46930/retentum.v7i1.5593.
Section
Articles