PERAN FLAVONOID TERHADAP TNF ALPHA PADA ENDOMETRIOSIS

  • Putri Kusuma Wardani Universitas Indonesia
  • Dwirini Retno Gunarti Universitas Indonesia
  • Yohannessa Wulandari Universitas Indonesia

Abstract

Endometriosis adalah kondisi yang ditandai oleh pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim, yang dapat menyebabkan gejala nyeri panggul dan gangguan reproduksi. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa tingkat sitokin pro-inflamasi, seperti TNF alpha, meningkat pada endometriosis. Flavonoid, senyawa yang ditemukan dalam berbagai tanaman, telah menunjukkan potensi antiinflamasi dan dapat mempengaruhi ekspresi TNF alpha. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami peran flavonoid dalam mengatur TNF alpha pada endometriosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi peran flavonoid terhadap ekspresi TNF alpha pada endometriosis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang peran flavonoid dalam hubungannya dengan TNF alpha pada endometriosis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan yang diperoleh melalui Google Schoolar dan PubMed. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran flavonoid memiliki peran dalam mengatur produksi dan aktivitas TNF alpha dalam tubuh. Flavonoid dapat menghambat produksi TNF alpha di tingkat sel dengan mengganggu jalur sinyal yang terlibat dalam regulasi produksi sitokin ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa flavonoid memiliki peran penting dalam endometriosis melalui mekanisme anti-inflamasi dan antiangiogenesis sebagai penghambatan ekspresi dan aktivitas TNF alpha, pengendalian pertumbuhan jaringan endometrium, dan regulasi sistem imun.

Published
Jun 28, 2023
How to Cite
WARDANI, Putri Kusuma; GUNARTI, Dwirini Retno; WULANDARI, Yohannessa. PERAN FLAVONOID TERHADAP TNF ALPHA PADA ENDOMETRIOSIS. Jurnal Darma Agung, [S.l.], v. 31, n. 3, p. 241-249, june 2023. ISSN 2654-3915. Available at: <https://jurnal.darmaagung.ac.id/index.php/jurnaluda/article/view/3454>. Date accessed: 01 mar. 2024. doi: http://dx.doi.org/10.46930/ojsuda.v31i3.3454.
Section
Artikel